Hi Iers?
Anda sedang ambil skripsi / TA? Ngerasa stress? Ngerasa gak ada harapan? Ngerasa semua yg dikerjakan selama ini gak terlalu berarti? Kapan sih ini akan berakhir? Kenapa sih ini harus segera berakhir [aku masih pengin jadi mahasiswa nih], kenapa sih dosen ngembaliin terus draft laporanku? kenapa sih kita gak boleh plagiat?
source komik: phdcomics
Untuk tips berburu topik skripsi sila jenguk di sini dan di sini
Beberapa tip tambahan ini mudah-mudahan berguna.
Seperti yang penah saya sampaikan sebelumnya, inti dari suatu penelitian adalah memperdalam / memperluas pengetahuan yang sudah ada atau membuka ranah pengetahuan yang baru. Ibarat kate, kita bisa analogikan pekerjaan ini dengan membuka hutan yg belum pernah / jarang dirambah. Karenanya, penelitian selalu mengandung ketidakpastian dan sebagai konsekuensinya banyak resiko. Penelitian yg sudah jelas segalanya: topik, metode, bahkan mungkin hasilnya, tidak layak dianggap sebagai penelitian. Kayaknya itu praktikum deh namanya. [Saya tahu, di praktikum-praktikum biasanya udah ada master jawabannya kan?
]. Tentunya, skripsi S1 tidak akan seberat S2 dan S2 tak seberat S3 dalam hal ketidakpastian dan resikonya.
Jadi, sangat wajar sekali jika saat penelitian, segalanya seperti tak pasti. Jalannya maju mundur kadang memutar, melingkar, bolak-balik dan seterusnya. Meski mungkin kita sudah tulis di proposal “metodologi penelitian” yg demikian runtut, kayaknya hampir di setiap penelitian, improvisasi sangat penting. Rekan saya yg barusan lulus Ph.D 1 tahun lebih cepat dari rata-rata menyebutkan bahwa peneliti harusnya juga “street smart” tak hanya kaku mengikuti textbook, tentunya tidak dengan meninggalkan rigor methods-nya. Seorang profesor di NUS menyatakan bahwa peneliti harusnya memiliki kemampuan memproduksi, tak hanya mereporduksi.
# Bingung
Anyway,
Pointnya adalah, jika anda sering bingung saat melakukan penelitian itu adalah hal yg wajar. Jadi jalani aja [easier to talk than to do]. Persistensi akhirnya menjadi salah satu kuncinya. Di samping tekat yang kuat, kita mungkin juga perlu membagi keluh kesah kita dengan siapapun yang kita percayai. Meski mungkin tak bisa memberi solusi, beban kita menjadi lebih ringan saat kita telah berbagi.
Take a break kadang juga perlu. Jika udah jenuh, ya stop sebentar. Lakukan hal-hal yg kita senangi. Lupakan penelitian dalam tiga hari. Hape aja perlu di re-charge, manusia juga. Yg suka nonton dorama ya nonton, yg suka tracking di Gunung Merapi ya go ahead, yg suka window shopping silahken. Yg hobi tidur ya …
Penelitian kayaknya lebih cocok diamsalkan seperti lari marathon. Perlu endurance. Bukan lari sprint.
Maju terus .. semangat terus. Berdoa terus.
# Penelitianku kok sepele
Gejala ini sering terjadi pada mahasiswa yg udah hampir pendadaran
Wah, kok penelitianku kayaknya gak ada apa-apanya. Terlalu remeh-temeh. Kayaknya masih bisa diperbagus lagi. Aku ingin perfect.
Suatu gejala yg wajar. Namun kita juga harus realistis karena penelitian sebenarnya tidak ada yg purna. Selalu ada kesempatan untuk meningkatkan, memperbaiki, menambah. Biasanya dosen pembimbing [terutama skripsi S1] sudah memiliki kriteria apakah yg kita lakukan sudah layak. Kadang supervisor tidak hanya melihat hasil saja. Jika usaha yg dilakukan sudah sangat besar, waktu sudah cukup lama, namun hasil belum memuaskan, untuk level S1 hal itu biasa dianggap sudah cukup. So, talk to the sup.
# Yang penting lulus
Prinsip ini adalah lawan dari prinsip sebelumnya. “Pak, tolong saya pak. Mohon kebijaksanaannya, Saya ingin cepet-cepet lulus. Pokonya asal skripsi aja pak, trus lulus”.
Saya pribadi tentu lebih menghargai mahasiswa di kasus sebelumnya. Biasanya saya akan jawab ke mahasiswa yg di kasus kedua: “Dik, saya tak bisa bantu anda dg cara ini. Yg bisa bantu anda ya cuman anda sendiri. Tanpa perlu merengek-rengek jika skripsi anda sudah layak saya berkewajiban untuk meluluskan anda”. Clear ~ usaha dulu, hasil akan mengikuti. Proses sangat penting.
# Draftku dibalikin terus ama dosen
Beruntunglah anda karena berarti anda punya dosen yg perhatian ke anda. Mana yg lebih menyenangkan dari dua kasus ini:
a. kerjaan anda diberi feedback secara bertahap, sehingga anda memiliki kesempatan untuk belajar atas kesalahan anda. Punya banyak waktu untuk memperbaiki, dan siap saat pendadaran.
b. kerjaan anda tak penah diberi feedback. Pas pendadaran, pembimbing anda baru denger ttg topik penelitian anda [lho topik anda ini tho?], atau beliau malah baru ngeh kalo anda bimbingannya [walah!!]. Di sidang pendadaran bahkan ikut-ikutan ‘membantai’. Akhirnya, karena banyak yg harus diperbaiki, anda harus melakukan major revision dalam jangka waktu seminggu.
Ayo pilih yg mana?
# Kenapa sih gak boleh nyontek = plagiat
Kalo ini jawabannya semua juga dah tahu. Tapi kadang kita pura-pura gak faham. Kalo kita sering demo “pejabat gak boleh korupsi, harus amanah”, ya kita sepatutnya konsisten menjalani juga. Lagian, salah satu prinsip ilmuwan yg sering kita denger adalah [dan manusia secara umum sih]: boleh salah tapi gak boleh boong. Nah lho!
Niatin aja dah bahwa skripsi adalah bagian dari proses belajar kita untuk bisa bekerja mandiri. Kemampuan untuk bekerja mandiri sangat penting nantinya saat kita bekerja di industri, lebih-lebih jika berwiraswasta.
So,
be persistent, enjoy the process, don’t take the shortcut, be honest – and keep praying guys !!
–
catatan: saat ini saya sendiri statusnya juga mahasiswa yg sedang berikhtiar untuk melakukan penelitian. [Ndosennya cuti dulu]. Jadi yg saya tulis di atas sebenernya juga saya tujukan untuk diri saya sendiri. Sebagai pengingat. Semoga saya juga bisa melakukannya.
***********************************
Sila jenguk juga artikel dari rekan saya yg di ITB berikut ini mengenai memilih topik disertasi.
Tags: Mahasiswa, skripsi, stress, Tugas akhir







![The Mask [4] :: Gamelan Player The Mask [4] :: Gamelan Player](http://farm3.static.flickr.com/2477/4064930852_8b54424cc7_t.jpg)
![The Mask [3] :: Princess Dewi Sekartaji The Mask [3] :: Princess Dewi Sekartaji](http://farm3.static.flickr.com/2797/4063540084_00706b8479_t.jpg)
![The Mask [2] :: Prince of Jenggala The Mask [2] :: Prince of Jenggala](http://farm3.static.flickr.com/2680/4063277046_f87a546c0b_t.jpg)
![The Mask [1] :: the fight The Mask [1] :: the fight](http://farm3.static.flickr.com/2608/4063203990_e53fbcd9ed_t.jpg)

January 21, 08 at 1:11 pm
Wah jadi kalo mo bisa bertahan harus belajar 3P (Patience,Persistence,and Pray) y pak? Doa kan penting buat bisa diberi kemudahan oleh Yang Maha Kuasa…
January 21, 08 at 4:54 pm
Artikelnya sangat bagus Mas Boed. Matur nuwun, artikel tersebut menjadi inspirasi saya supaya mengerjakan penelitian dengan sebaik-baiknya he he .. salam dari bandung.
January 21, 08 at 5:47 pm
# Tedjo
He he .. bisa aja
Tapi emang bener tuh. Boleh juga 3P.
#Mas Ndung
We lah, target tulisan ini buat mhsw yg akan / sedang skripsi S1 lho. Kalo yg udah lulus S3 ya harusnya malah ngasih saya masukan.
January 21, 08 at 6:14 pm
We lha .. saya belum selesai nih Mas Boed, masih ada waktu beberapa bulan ke depan he he …
Kuliah S3 sambil bekerja sepertinya bukan ide yang baik Mas Boed .. maksudnya bekerja yang sama sekali tidak mendukung sekolah .. (koq malah curhat)
January 22, 08 at 2:05 pm
Mas Boed, saya belum lulus lho alias masih jadi mahasiswa. Artikel tersebut sangat menginspirasi saya untuk mengerjakan penelitian lebih baik.
Saya sependapat dengan Mas Boed, bahwa lebih penting adalah proses dari penelitian itu sendiri. Jangan dech merengek ke pembimbing, karena ingin segera lulus, karena harus segera lulus, atau alasan yang lain.
January 25, 08 at 11:47 am
Waah, saya juga sering melongok phdcomics supaya gak stress (soalnya ada yang lebih parah dari saya..hahaha). Numpang mampir. Salam kenal
February 21, 08 at 12:56 am
waduh, bapak dosen TI ya? baru pertama ngeliat dosen TI ngeBlog. Salam kenal, Pak. Mohon bantuannya juga, lagi bingung euy
March 1, 08 at 11:39 am
Trima kasih pencerahannya pak boed. Jadi bisa lega

Numpang nanya pak, secara skripsi tu (pasti) ada bolong2nya..gimana ya kita menambal bolong2 itu supaya tidak membuat kita terperosok (terutama pas pendadaran)? Soalnya kalo mau perfect, bisa terancam jadi mahasiswa abadi
Apakah cukup dengan dasar referensi dan batasan masalah ato ada tips&tricks yg lain?
Seringkali ada kesalahan kecil (tp kadang fatal :p) yg kita g sadari..nah,cara mengantisipasi & mengatasinya gimana ya pak?
Maap pak kbanyakan nanya..sedang bingung..sedang mencari pembenaran tapi sejauh ini baru dapat permaafan..
Sebelumnya makasih pak.
October 9, 08 at 7:49 am
bagus bget pak artikelnya. saya juga mhsw TI angkat ‘05. blm prnh diajar bpak, tp namanya dah sering denger. he..3x. kyknya perlu nih diinfoin ank2 ‘05 yang bentar lagi pdah pada ambil TA.
June 11, 09 at 9:50 pm
permisi…
met mlm…
pak,,tulisan’y mantep…
blh kan kl d baca
buat jd pengingat.,,,
biar bisa d baca b’ulang kali..
aku minta ijin y wat bca…
bgs ni buat tambahan motivasi,,pa lg buat yang lg skripsi…
=)
oiy,,
trima ksih