Bekerja dengan cinta
Bagai sang pencipta
…
adalah sepenggal bait lagu Kla Project yang populer pada jamannya.
Tampak mudah diucapkan tapi susah dipraktekkan ~ termasuk buat saya.
Terkadang pekerjaan yg sangat kita senangi pun terasa membosankan. Keluh kesah, sebel, jadi gak termotivasi, menyalahkan atasan, kolega, bawahan, pengin quit. Dst.
Salah satu cara mengatasinya mungkin adalah mencari inspirasi dari orang lain. Orang lain yg profesinya -mungkin menurut kita- jauh lebih membosankan, yg rutinitasnya neither intellectually challenging nor financially interesting pun ternyata bisa bekerja dengan cinta.
yuk kita liat
Saat saya membaca koran The Straits Times edisi jadul, saya jadi teringat dengan bait di lagu tadi.Ceritanya, di Singapore ini setiap tahun diadakan pemberian awards untuk karyawan yg mereka sebut Excellent Service Awards. Dari berbagai industri, dinominasikanlah karyawan-karyawan yang dianggap “going extra miles”. Artinya, karyawan yang mau bekerja dan melayani pelanggannya jauh di atas standar.
Pemenangnya beragam, ada sopir bis, karyawan di counter airport, perawat, dll. Di koran tersebut, profil-profil mereka diekspose. Meski latar belakang mereka beragam, namun ada satu kesamaan: mereka bekerja dengan cinta.
Jika kita melihatnya dari teori kebutuhannya Abraham Maslow; mereka inilah yang berada pada puncak piramida Maslow’s hierarchy of needs, meskipun mungkin needs yg di tataran yg lebih rendah belum terpenuhi seluruhnya. Mereka bekerja tidak sekadar memburu imbalan, they have a ‘purpose’.
Ayo kita lihat beberapa komentar para pemenang tersebut yg saya kutip dari koran tersebut:
1. Hoy Man Lin, 54, bus captain (sopir bus)
A bus driver for the past 14 years, Mr Hoy reports to work each morning between 4am and 5 am [jam kerja normal di Singapura dimulai jam 9:00 am] with a single minded aim: to brigthen the day for someone else.
“My fulfillment comes whenever I see people happier as they see the bus approaching the bus stop … knowing that someone is waiting at the bus stop for me keeps me punctual and motivated”
2. Ms Garmit Kaur (customer service, SIA)
[In one occasion] Ms Kaur managed to find a plane seat for Mr David Irwin, who needed to return to Melbourne urgently as a family member had died. All the flights to Melbourne were full that day. Fortunately she was able to book and confirm his flight. She also informed the boarding gate crew about his special circumstances and asked that they take special care of him.
”I am a people-oriented person, and I would go extra mile for any passenger. I put myself in their shoes, showing empathy and serving them in the same way that I would like to be served”.
Well, saya yakin banyak orang Indonesia yang bekerja dengan prinsip yang sama: bekerja dengan cinta.
IE-ers, apakah anda salah satunya? atau anda punya cerita serupa tentang seseorang yang anda tahu? Penjaga mercu suar di Pulau Weh, buruh gendong di Pasar Beringharjo, Astronom di Observatorium Bosscha?
Ayo dong share di sini.
(b oe d)
Tags: profesi











April 3, 09 at 6:58 am
Indah ya kalau kita bisa begitu, mungkin pekerjaan kita mesti sesuai dengan hobby
April 13, 09 at 10:01 pm
mahasiswa: belajar dengan cinta…
April 17, 09 at 1:10 am
namanya pak jemu. seorang “pembantu” urusan apa saja / tata usaha di smu saya dulu (smu 1 purworejo)…selalu bekerja dengan senyuman ^_^
July 3, 09 at 10:13 pm
Pak Jemu jelas bisa dijadikan teladan ya mas Nurrahman
July 3, 09 at 10:06 pm
Andaikan pekerjaan sbg ibu rumah tangga ada awardnya, pasti semua ibu akan menang yah.. ^^
Blog yg bagus Mas, inspiring sekali…salam kenal mas..
July 3, 09 at 10:15 pm
#Bu Nelfa,
award-nya sepertinya sudah jelas.
Dari yg di Atas sudah dijanjikan plus melihat anak2 bisa tumbuh sehat gembira dan menjadi dirinya.
Price-less
July 3, 09 at 10:33 pm
gimana kalo bekerja dengan menghadirkan hati sepenuhnya?
July 3, 09 at 10:42 pm
Mohon elaborasinya mbak Afi.
Sounds very interesting.
July 4, 09 at 8:52 pm
paling enak memang kalau bekerja karena hati kita memang menginginkannya demikian, bukan karena terpaksa
contoh nyatanya sih, kerasa banget bedanya antara baca textbook sama baca komik/novel favorit
August 10, 09 at 7:15 am
bekerja dengan hati ikhlas juga akan mendatangkan berkah
October 16, 09 at 11:24 am
salam kenal pak budi…,
ya karena kita emg harus mengerjakan segala sesuatu dengan bahagia apa yang ada di tangan kita…,karena ndak ada lagi karya bagi orang yang telah meninggal, jadi tidak bisa tidak selain bekerja dengan cinta, sepakat lho pak budi….
October 27, 09 at 9:48 am
so nice pak Boed…aku baru tau ada blog dari seorang dosen yang saya kagumi…
izin saya link pak…
November 25, 09 at 5:18 pm
No problemo Reza
November 12, 09 at 10:17 am
ada pak di kampung mertuaku ada seorang anak ibu dan anak kecil yang rela shubuh2 keluar mencari sampah plastik untuk dijual untuk sekedar membiayai sekolah anaknya…
November 25, 09 at 5:14 pm
nice examples mas Reza