Kita lihat cerita berikut. Cerita fiktif namun banyak ditemui di dunia kerja – terutama di perusahaan yang berbasis proyek.
Fikto adalah seorang engineer yg relatif baru di perusahaannya. Termasuk angkatan muda – fresh graduate. Fikto diterima di perusahaan EPC ini gara-gara resumenya yang impresif. Akademik oke, pengalaman organisasi oke, bahasa Inggris oke, saat wawancara dengan user canggih, presentasi dahsyat dll ~ top dah. SDM menerimanya tanpa ragu dan memproyeksikan Fikto sebagai salah satu future leader.
Setelah bekerja sekian bulan, prediksi user dan SDM tak salah. Fikto benar-benar mulai keliatan keunggulannya. Kerjanya beres semua – dan yang lebih penting adalah ‘can-do attitudenya’. Well, dia kerja di EPC yg memang perlu attitude seperti itu. Setahun, dua tahun bekerja – bosnya mulai ngeliat si Fikto mulai kendor. Mulai sering banyak ngeluh, due date tugas-tugas meleset, banyak kekeliruan hitung & desain yg berujung rework, gak datang di meeting-meeting.
Apa yg terjadi dengan engineer muda nan hebat yg dulu? Kok (dulu) segitu brillian tapi keliatan sekarang kok gak bisa apa-apa? Salah rekrut? salah assesment or what?
Sounds familiar? Mungkin ini sebabnya.







![The Mask [4] :: Gamelan Player The Mask [4] :: Gamelan Player](http://farm3.static.flickr.com/2477/4064930852_8b54424cc7_t.jpg)
![The Mask [3] :: Princess Dewi Sekartaji The Mask [3] :: Princess Dewi Sekartaji](http://farm3.static.flickr.com/2797/4063540084_00706b8479_t.jpg)
![The Mask [2] :: Prince of Jenggala The Mask [2] :: Prince of Jenggala](http://farm3.static.flickr.com/2680/4063277046_f87a546c0b_t.jpg)
![The Mask [1] :: the fight The Mask [1] :: the fight](http://farm3.static.flickr.com/2608/4063203990_e53fbcd9ed_t.jpg)