Proyek ~ apaan tuh

March 7, 08

Mari kita liat beberapa hal ini:

  1. DOSEN mroyek, mahasiswa jadi sengsara
  2. Ah, itu kan cuman proyeknya pemda aja
  3. Dasar anggota D*R maunya mroyek aja

Kasus yang familiar banget ya di telinga kita?
Atau coba yg ini:

Pimpinan proyek ### ditangkap polisi karena diduga korupsi
Rencana proyek $$$ ditentang warga karena mengganggu

construction.jpg

So jadi, itukah yang disebut proyek?
Apakah proyek harus selalu identik dengan masalah, korupsi dan sejenisnya?

Ayo kita lihat konsep proyek dari sudut pandang akademis-praktis.

Sebenarnya jika kita lihat, ‘proyek’ adalah sebuah alat atau sebuah cara.
Engineers adalah salah satu profesi yang sangat sering menggunakan ‘proyek’ sebagai salah satu alatnya dalam bekerja – apalagi IEers. ‘proyek’ sebagai alat kerja menjadi bagian tak terpisahkan – mau tidak mau, suka gak suka- kita sebagai engineers sudah/sedang/akan menggunakan ‘proyek’ sebagai salah satu kendaraan kerja kita.

Mosok sih Pak Boed?

We lha kok gak percaya.
Ayo deh kalo gitu kita lihat definisi dan beberapa konsep tentang proyek ya.
Untuk bisa memahaminya, kita harus open-minded – coba kita kesampingkan dulu pandangan negatif kita tentang istilah proyek.

# Definisi
So, apa sih definisi istilah proyek itu?
Jawabannya bisa macem-macem karena (sepeti biasanya) tidak ada kesepakatan universal.
Salah satunya, kalau kita ambil dari PMI adalah:

“A project is a temporary endeavor undertaken to create unique product or service”

Kata kunci yg bisa kita ambil adalah: temporary dan unique.

Temporary artinya: time-frame tertentu, ada awal dan ada akhirnya
Unique artinya: melibatkan produk atau process yang unik / tidak pernah dibuat / dilakukan sebelumnya

Dari definisi yang longgar tersebut akhirnya kita bisa membedakan apakah suatu pekerjaan bisa dikategorikan proyek atau bukan.

geek-project1.jpg

image source: dari sini

Kuis; proyek atau bukan ini ya ??

  1. Pembangunan Mal
  2. Reorganisasi IPTN
  3. Fabrikasi Chip processor
  4. Pengembangan produk potato chip
  5. Pesta pernikahan🙂

# Kenapa pake manajemen ‘proyek’ ??
Setelah kita tehu definisinya, pertanyaan berikutnya adalah kenapa sih manajemen proyek sering dipakai di perusahaan dan organisasi?
Di awal tadi juga dikatakan, kenapa sih salah satu tool engineers adalah proyek?
Why ?? Why??

Jawabannya adalah karena manajemen proyek adalah sebuah metode / prosedur yang mempunyai kemampuan untuk menghandel tugas-tugas yang non-rutin. Dengan kata lain, untuk tugas-tugas rutin, manajemen proyek tidak dibutuhkan – yang digunakan adalah manajemen operasi (operations management).

Salah satu karakteristik utama yg membedakan manajemen proyek dengan manajemen operasi adalah filosofinya. (wadau filosofi :)) Manajemen operasi menganut filosofi “management by exception” – artinya bos / pimpinan turun tangan saat ada ‘exception’ atau hal-hal yg aneh / outlier [seperti di control chart-nya QC itu lho]. Jika semua indikator kinerja menunjukkan ‘within tolerance’, maka tak ada yg perlu dilakukan.

Di manajemen proyek filosofinya adalah “everything is exception” – tidak ada rutinitas, tidak ada ada SOP yang strict – semuanya perkecualian karena sifatnya yg unik.

Sekarang kita ambil dua contoh ini:
1. Proses produksi F-16: manajemen operasi
2. Desain produk F-24: manajemen proyek

Contoh pertama bisa dihandle oleh manajemen operasi karena sifat pekerjaannya tidak memenuhi kriteria definisi proyek. Proses manufakturing F-16 adalah proses yg tidak menghasilkan produk yg unik – dilakukan berulang-ulang atau recurring. Idealnya pun, proses produksi ini maunya dikerjakan untuk timeframe yg unlimited (setidaknya sampai tidak laku lagi).
Proses desain produk F-24 adalah proses yg unik, menghasilkan produk yg unik pula. Time-frame pekerjaannya pun jelas- ada awal proyek ada batas akhir / due date proyek.

Dan kita bisa menemukan banyak tugas / pekerjaan di organisasi yg sifatnya sifat pekerjaannya memenuhi kriteria proyek.
Contohnya: product design, R&D, BPR, Six Sigma, restrukturisasi, mekanisasi, automatisasi, pengurangan karyawan, penambahan karyawan, revamping, penambahan kapasitas pabrik, pembuatan pabrik baru, penelitian / skripsi dll …

puanjaang listnya – tapi poinnya adalah bahwa mau atau tidak, suka atau tidak – engineers dan karyawan secara umum sering menggunakan manajemen proyek ~ disadari atau tidak. Terlebih lagi untuk IE-ers yg seringnya menjadi agent of change di perusahaan.

Berhubung mau gak mau, manajemen proyek harus dipake dalam banyak kerjaan, sebagai (calon) engineers yg profesional semestinya kita belajar ‘cara melakukan manajemen proyek’ yang benar.

pm_01.jpg

# Proyek = Masalah

Tapi pak Boed, seperti yg udah diilustrasikan di atas, keliatannya proyek identik ama masalah ya Pak?

Mungkin tepatnya, sebagian proyek yg diblow-up mengalami trouble.
COntoh lainnya:

Eurofigther typhoon: £ 1500M over budget, 42 months late
London Millenium Bridge: £ 8M over budget, 1 month late

Yg pasti adalah mengelola proyek tidaklah gampang. Teori, metode, dan tool yg sudah dikembangkan bejibun – tapi esensi dari manajemen proyek adalah mengelola manusia. Bagian ini yg sering dilupakan oleh engineers saat mendapatkan tugas jadi pimpro. Perlu saya sampaikan di sini adalah salah satu pernyataan dari rekan yg menjadi project manager (pimpro) sebagai berikut:

dulu kriteria sukses dari sebuah proyek adalah triple constraints: time-cost-quality; sekarang mestinya ditambah dua lagi: safety dan transparansi.

Kapan-kapan kita lanjutkan perbincangan mengenai konsep2 manajemen proyek, metode-metode yg bisa digunakan , organisasi profesi, dan lain-lainnya. Pertanyaan terakhirnya adalah:

Mengapa sih proyek-proyek di Indonesia cederung bermasalah?

Sila beri masukan anda di bagian komentar. Gak ada jawaban yg salah🙂

pm_02.jpg

7 Responses to “Proyek ~ apaan tuh”

  1. twejo Says:

    Kalo menurut saya karena overbudgetnya pak. Seperti gambar terakhir diatas. Ada beberapa elemen cost yang terasa ga normal atau berlebihan. Contoh : pembelian laptop untuk anggota *** yang menyentuh angka 25jt per anggota. Padahal laptop dengan harga 6-7 juta itu sudah cukup untuk orang2 seperti mereka.

  2. b oe d Says:

    #tedjo: salah satunya mungkin itu ya. mark-up mungkin istilah yg lebih tepat.

    Lha tapi laptop buat DPR je, ya bedalah dg laptop kita dosen/mhsw. Wakil rakyat gitu loh🙂 Satu orang anggota DPR kan mewakili sekian ribu rakyat.

  3. cupu85 Says:

    saya mahasiswa teknik industri semester akhir saya lagi mua nyusun skripsi dan saya belum menemukan judul yang pas buat skripsi saya tolong saya di berikan beberapa judul skripsi buat saya jadikan tugas akhir saya terima kasih

  4. DIAN Says:

    KARENA DEFINISI PROYEK DI BENAK ORANG INDONESIA ADALAH :
    PROYEK = REJEKI TAMBAHAN

    SO, FOKUSNYA PADA CELAH MANA YANG BISA DIOLAH UNTUK MENDATANGKAN LABA PRIBADI, BUKANNYA BAGAIMANA FUNGSI DARI PROYEK ITU SENDIRI

    SANGAT MENYEDIHKAN!.

  5. b oe d Says:

    #Mb Dian
    – mungkin tepatnya: di sebagian orang Indonesia.
    Masih banyak lho orang Indonesia yg sangat profesional dalam mengerjakan proyek🙂

    Btw, next time mungkin lebih baik kalo CAPS Lock nya dimatikan. 🙂

  6. Jack Says:

    Numpang jawab ya pak…

    Kalau menurut saya dari perencanaan awalnya mungkin tidak bagus (budget , time dan cost estimationnya kurang baik, baca : disengaja karena ada titipan..??), kemudian pengawasannya kurang baik (terlalu banyak TEPO SELIRO terhadap penyimpangan kinerja/standar yang ditentukan, mikul duwur mendem jero ? ), dan yang ketiga sumber daya nya (human, machine dan material) yang tidak berkualitas, misalkan SDM = saudara sendiri, material asli tapi palsu, machine sering down time?. Dan satu lagi Faktor X (external.., titipan-titipan dsbnya yang mungkin paling sulit dihindari …)

    Tetapi ujung-ujungnya sebenarnya NIAT manusianya…. mau BENAR atau TIDAK karena sebenarnya untuk kemampuan sebenarnya saya YAKIN pada mampu seperti kata Pak Boed banyak orang Indonesia yang sangat profesional dalam mengerjakan proyek SEMUANYA TERGANTUNG NIAT….

    tapi kalau kita menghilangkan faktor X, kemungkinan besar adalah kurang matangnya perencanaan dan salah manajemen sumber daya saja…

  7. bagus karyana Says:

    namanya juga pekerjaan tidak rutin, jadi pasti mindset kita ini beda. padahal proyek apapun kalau kita mau berorientasi pada ime, Cost, Quality, safety dan Transparansi semua sama saja, cuma beda besar dan kecil aja


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: