Project cost underrun atau … ?

July 31, 08

Di manajemen proyek, project manager terbiasa menggunakan project baseline sebagai pedoman untuk mengukur kinerja proyek. Sifat project baseline sendiri sebenarnya dinamis meskipun biasanya data dibekukan saat proyek dimulai.

Kita ambil satu kasus ringan – seumpama anda adalah seorang pimpro di sebuah proyek EPC. Proyek sudah berjalan tiga bulan dari 12 bulan yg direncanakan dan kini saatnya melakukan major progress report meeting.

Dari masing-masing lead engineer, procurement dan pihak lain terkait, didapatkan semua data lengkap mengenai biaya pengeluaran proyek sampai hari ini. Total jendral, ternyata pengeluaran sampai saat ini [committed] adalah Rp 4,5 Milyar. Kemudian anda membuka project baseline anda. Dari dokumen tersebut, didapatkan bahwa budgeted cost sampai bulan ke-3 ini adalah 5 Milyar.

Bagaimana anda akan menilai kinerja proyek anda ini? karena pengeluaran aktual lebih rendah dari budget, berarti cost underrun kah? kinerja sangat bagus karena efisiensi? is it a good sign or bad sign or else ?

Silahkan share pendapat anda di bagian komentar.

😀

source ilustrasi

20 Responses to “Project cost underrun atau … ?”

  1. Yan9n Says:

    waduh…. udah lupa pak…
    dah lama ndak ngublek ngublek manajemen proyek (memangnya pernah???)

    hmmm menurut analisis saya…

    sepertinya…

    hmmm

    dilihat dari sisi A…

    hmmm

    bagaimana ya…

    kira-kira bagaimana pak?

  2. yaniwid Says:

    Menurut saya, kalau kualitas pekerjaan tidak ada yang dikorbankan, berarti efisiensi. Yang sering terjadi, project dianggap kurang berhasil kalau dana masih tersisa seperti ini. Perencanaan dianggap kurang baik. Tapi, ini hanya pendapat orang awam lho…🙂

  3. b oe d Says:

    # Mas Yayan🙂

    #Mbak Yani
    Makasih mbak atas pendapatnya.
    Ada yg mo nambahi?

    Hints: ada beberapa skenario yg mungkin terjadi.

  4. dimasu Says:

    bisa karena tiba2 ada deflasi di tengah jalan (kemungkinan yang sangat kecil). Bisa juga karena cost estimatornya salah meng-estimate. bisa lagi karena ada sub pekerjaan yang ternyata belum dilaksanakan/telat. bisa lagi karena salah beli barang dari vendor, yang ternyata under spec..
    uuhm.. bisa apa lagi yah..
    yang bagus sih ternyata tim proyek bisa menghindari resiko, dimana resiko itu sudah diperkirakan dan dimasukkan sebagai risk cost di budget yang direncanakan.

  5. sri Says:

    wah untung dong.
    pengeluaran lebih kecil dari yang direncanakan.
    tapi apa alasannya????
    karena bagaimanapun jg proyek berjalan diluar rencana, jangan2 ada yg ga beres.

  6. windhar Says:

    4,5 milyar dari 5 milyar?
    sebelum menentukan cost underrun atau tidak, ada yang perlu diperhatikan dulu.
    “apa semua pekerjaan yang direncanakan selesai sampai 3 bulan itu sudah benar-benar selesai? jangan-jangan progress project-nya justru lebih kecil dari yang ditargetkan. misal rencana progress proyek harusnya udah 40% tapi yang sudah dijalankan baru 20%, wajar kan kalau underbudget..”
    biasanya juga, estimasi biaya suka dilebih-lebihkan..

    saya ngambil manpro udah 2 tahu yang lalu nih pak..

  7. pinandita Says:

    yupie… setuju bgt sama windhar, sir.

    itu semua tergantung (jawaban manpro bgt yakz).. we need further analysis, n that’s why project analyst (esp. project risk analyst) needed (bukan begitu pak boed??hehe)

    klo deflasi, kayaknya ga mungkin bgt buat sekarang2 ini, apalagi COP (crude oil price) yg smakin membumbung tinggi.

    perlu diliat prsentase project itu accomplished. Coz seinget saya dulu pak boed pernah menyampaikan di kuliah 3 constraint project : cost, time, quality (dlm hal ini pencapaian project)..

  8. neila Says:

    pak Boed,
    tergantung projek nya punya siapa e.

    Kalau projek pribadi berarti efisiensi lah yau. Tapi kalau njalankan projek yang dibiayai pemerintah itu namanya tak mampu menyerap dana ha ha.. Tahu sendiri kan resikonya.

  9. Aisyah Says:

    Mau ikutan diskusi nih pak…
    Klo saya sependapat dengan windhar
    Cost yang lebih rendah pada waktu 3 bulan tersebut belum tentu mencerminkan progress yang diharapkan.
    Nah, untuk tau apakah under-run or over-run, memang ga bisa diputuskan hanya dari satu sisi saja.
    Jadi intinya, melihat kinerja project itu tidak hanya dari project expenses against time, tapi juga project progress against time ^_^.


  10. semoga 500 juta nya a dikorupsi😀


  11. ralat:
    maksudnya ga dikorupsi


  12. tapi kalo bedanya sampai 10% seperti itu,,, kemungkinan emang ada masalah.

    entah kesalahan dalam perencanaan perhitungan budget di awal –> berarti ada efisiensi (alamdulillah)

    atau kesalahan pada proses –> kemungkinan ada under-run (gini ya istilahnya?) atau ada sesuatu yg terlewatkan

  13. Sylvia Says:

    Wah topiknya menarik kebetulan saya sedang mencoba pelajari ttg Project Management,

    Tidak jauh berbeda dgn banyak komen2x yg diatas:

    Berdasarkan 3 bulan yang telah berlalu dianalisa apakah pekerjaannya (scope) dan kualitas yang telah diselesaikan, sesuai plan baseline.

    Um, jadi jawabannya yang tepat apa Pak Boed?

  14. bentet Says:

    ikutan nimbrung dikit ni pak…klo jawabannya ngawur jgn di ketawain ya pak…coz saya baru belajar manpro ni…
    kalo saya si sependapa sama windar…kalo di liat dari kasusnya bisa jadi memang proyek yg dikerjakan belum sesuai dengan apa yang direncanakan…kalo emang kasusnya demikian malah akan terjadi over budget…

  15. ybandung Says:

    Halo Mas Boed,

    Diskusi yang sangat menarik, saya sendiri sebagai orang awam di bidang manpro bingung menjawab apakah sebetulnya yang terjadi di balik underrun proyek ini.

    Saya setuju beberapa komentar, bahwa kita mesti melihat kepada hasil apakah sudah memenuhi target atau deliverables yang dijanjikan di dalam proposal kerja.

    Kalau semuanya selesai sesuai dengan requirement dan spek, berarti telah terjadi efesiensi.

  16. ybandung Says:

    O iya,

    Mas Boed lagi sibuk apa nih? Sering berkunjung tapi sebulan terakhir ini sepi dari tulisan baru, hehe ..

    Salam dari Bandung, matur nuwun.

  17. embuhh Says:

    nahh kalo proyek BU** tu dah hal yang biasa…. tp sisanya ndak serta merta diperlihatkan.. dah dimasukkan ke dalam suatu anggaran tertentu..
    nahh kalo proyek swasta mah hmm… idem comment yg di atas..

  18. appreciativeorganization Says:

    haduch……
    mas boedhi yang satu ini emang jagonya bikin pusing dan penasaran orang

    haduch…
    tapi coba deh dg common sense

    pertama, sisi implementasi. Apakah proyek telah dilaksanakan sesuai dengan rencana? Sesuai dengan kriteria dan indikator yang ditetapkan?

    kedua, sisi lingkungan eksternal. Apakah ada perubahan lingkungan eksternal yang membuat asumsi-asumsi proyek menjadi tidak terpenuhi?

    ketiga, sisi rencana itu sendiri. Apakah rencana yang dibuat memang sudah fit untuk mencapai tujuan proyek? Jadi mungkin saja, tidak perlu dilakukan semua sudah tercapai tujuan?

    Haduch ngomong apa tho ini……

  19. ryankharisma88 Says:

    Infonya bermanfaat, terima kasih. Salam persahabatan…
    (By: http://ryankharisma88.wordpress.com)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: