Posts Tagged ‘epc’

Engineer yang brilian itu gak bisa apa-apa

April 5, 08

Kita lihat cerita berikut. Cerita fiktif namun banyak ditemui di dunia kerja – terutama di perusahaan yang berbasis proyek.

Fikto adalah seorang engineer yg relatif baru di perusahaannya. Termasuk angkatan muda – fresh graduate. Fikto diterima di perusahaan EPC ini gara-gara resumenya yang impresif. Akademik oke, pengalaman organisasi oke, bahasa Inggris oke, saat wawancara dengan user canggih, presentasi dahsyat dll ~ top dah. SDM menerimanya tanpa ragu dan memproyeksikan Fikto sebagai salah satu future leader.

Setelah bekerja sekian bulan, prediksi user dan SDM tak salah. Fikto benar-benar mulai keliatan keunggulannya. Kerjanya beres semua – dan yang lebih penting adalah ‘can-do attitudenya’. Well, dia kerja di EPC yg memang perlu attitude seperti itu. Setahun, dua tahun bekerja – bosnya mulai ngeliat si Fikto mulai kendor. Mulai sering banyak ngeluh, due date tugas-tugas meleset, banyak kekeliruan hitung & desain yg berujung rework, gak datang di meeting-meeting.

Apa yg terjadi dengan engineer muda nan hebat yg dulu? Kok (dulu) segitu brillian tapi keliatan sekarang kok gak bisa apa-apa? Salah rekrut? salah assesment or what?

Sounds familiar? Mungkin ini sebabnya.

selengkapnya

The Young Engineer’s Dilemma

August 27, 07

Bayangkan seandainya anda pada posisi ini, what ‘r u gonna do? Kasus ini pernah menjadi ‘hot topic dan hot debate’ di salah satu sesi diskusi di perkuliahan manajemen proyek di Teknik Industri / Teknik Mesin – UGM yang kebetulan saya ampu.

selengkapnya

Peranan IE-ers di industri konstruksi

July 19, 07

Salah seorang rekan praktisi menanyakan ke saya melaui email bagaimana kompetensi IE bisa berperan di industri konstruksi. Berikut adalah petikan jawaban saya:

 

Menurut pendapat saya memang ada perbedaan yang sangat mendasar dari sisi operasional bisnis dari perusahaan konstruksi (seperti Rekayasa atau Keppel) dengan perusahaan manufaktur (seperti Astra International). Perusahaan manufaktur biasanya menggunakan pendekatan operations management karena sifat operasinya yang terus-menerus, produksinya yang masal. Perusahaan konstruksi biasanya menggunakan pendekatan project management karena hidupnya dari satu proyek ke proyek yang lain. Produknya biasanya unik dan sifatnya tidak masal.
selengkapnya